Indonesia Berhasil Patahkan Mimpi Buruk Penalty Untuk Juarai Piala AFF U-16 2018

Timnas U-16 Indonesia akhirnya berhasil keluar sebagai juara Piala AFF U-16 dengan mengalahkan Thailand melalui drama adu pinalti yang berlangsung di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, Sabtu malam tadi.

Drama adu penalti harus dilakoni setelah kedua tim bermain imbang di waktu normal 80 menit.

Indonesia Berhasil Patahkan Mimpi Buruk Penalty Untuk Juarai Piala AFF U-16 2018
Indonesia Berhasil Patahkan Mimpi Buruk Penalty Untuk Juarai Piala AFF U-16 2018

Pertandingan berlangsung cukup ketat karena kedia tim saling jual beli serangan. Timnas Garuda berhasil memecah kebuntuan pada menit ke-33 melalui pemain pengganti Muhammad Fajar Fathur Rachman yang memaksimalkan umpan dari Andre Oktaviansyah. Skor 1-0 untuk Indonesia bertahan hingga wasit meniup peluit babak pertama.

Aksi saling kembali terjadi pada babak kedua. Kedua tim sama-sama menciptakan peluang berbahaya akan tetapi Thailand berhasil memanfaatkan peluang yang dimiliki mereka dengan mencetak gol penyama kedudukan melalui Apidet Janggam dengan assist dari Pongsakorn Innet. Skor 1-1 tersebut bertahan hingga peluit panjang di tiupkan.

Mengacu pada peraturan AFF, pertandingan U-16 langsung dilanjutkan ke penalti tanpa ada perpanjang waktu.

Empat eksekutor pertama Timnas yaitu Diego Sutan Zico, Bagus Kahfi, Rendy Juliansyah dan David Maulana menjalankan tugas dengan baik. Di sisi Thailand, penendang kedua dan kelima berhasil di gagalkan oleh kiper Timnas Ernando. Dengan skor akhir 4-3, Indonesia pun sukses menjadi juara Piala AFF U-16 2018.

kebehasilan Timnas U-16 ini sekaligus mematahkan mimpi buruk pada edisi 2013 yang dimana Timnas Indonesia yang diperkuat oleh Asnawi Mangkualam berhasil lolos ke final dan bertemu dengan Malaysia. Skor akhir pertandingan berakhir 1-1 dalam waktu normal dan dilanjutkan ke penalti.

Mimpi buruk tersebut dimulai dari penendang pertama Indonesia yaitu Mahir Radja Djamaoedding gagal melaksanakan tugas. Walaupun pada akhir 5 penendang pertama skor penalti tetap sama akan tetapi Malaysia berhasil mengunci gelar pada penendang keenam yang diaman eksekutor Mohammad Haziq berhasil mencetak gol sedangkan penendang ke-enam Indonesia, Gatot Wahyudi gagal menjalankan tugas nya.

Indonesia akhirnya harus puas dengan skor akhir 2-3 pada babak tos-tosan tersebut.